September dan Film-Film Sang Presiden

Mengapa propaganda terbuka Soeharto dalam film baru muncul hampir 15 tahun setelah rezim Orde Baru berdiri? Jawabannya mungkin pada peluang dan kebutuhan yang dirasakan penting bagi rezim Soeharto (Krishna Sen, 2009: 177). SETIAP tahun, memasuki akhir September, isu mengenai kebangkitan komunisme, Partai Komunis Indonesia (PKI), atau ideologi Marxisme (di)muncul(kan) dan terus menjadi narasi yang diulang. […]

Ala lan Becik Puniku….

Penggalan teks Pangkur dalam Wulangreh karya Mangkunegara IV (1811-1881) itu mengajak kita mengetahui “yang ala” dan “yang becik”. Teks yang terakhir termaktub dalam cetakan ketiga buku terbitan Tan Gun Swi di Kediri, 1931 itu, menarik untuk dihadirkan sekaligus dimaknai kembali. Kang sêkar pangkur winarna lêlabuhan kang kanggo wong ngaurip ala lan bêcik puniku prayoga kawruhana […]

Bahasa Jawa di Persimpangan Zaman

KEBIJAKAN Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang tidak mewajibkan pelajaran Bahasa Jawa masuk dalam ujian sekolah kelas XII, praktis mengancam kelangsungan bahasa ini. Lantas, masihkah kita berharap bahasa Jawa menjadi salah satu pilar internalisasi karakter dan nilai moral generasi penerus, seperti yang selama ini diharapkan? Masihkah berguna dan diperlukan peringatan Hari Bahasa Ibu setiap 21 Februari? […]

Menggagas Novel Pengganti Skripsi

UNIVERSITAS Gadjah Mada Yogyakarta memunculkan wacana bahwa novel dapat menggantikan skripsi. Gagasan tersebut dinilai dapat menjadi sarana mendorong kemunculan banyak sastrawan muda berkelas. Hal itu sekaligus menjawab kegelisahan akan minimnya sastrawan sekelas Rendra, Umar Kayam, atau Sapardi Djoko Damono (Koran Tempo, 8 Agustus 2014). Gagasan itu menarik untuk diperbincangkan dan sudah sepatutnya disambut baik oleh […]

Pada Malam

hujan belum ingin berhenti, di sepanjang perjalanan yang memintaku tuk selalu berlari. memastikan diri tuk selalu mengikuti deras―sungai-sungai yang mencari laut padahal belum jua pagi. padahal belum ada kopi pahit di samping ambin ini. mengapa pula tadi kutangisi tawa yang terlanjur abadi hingga pekat malam kekal merengkuh, mengisi nestapa dengan bulir padi yang tak kunjung […]

Sebuah Lorong yang Tak Pernah Sepi

Kunang-kunang tak pernah habis cahaya di sebuah sudut yang ramai dan selalu kembali. Adakah kau jua merindu? kurasa malam tak memisahkanmu pada cahaya dan bunyi yang pasti kembali. Di ramainya, kau kan terpana pada bulir kisah pada lendir yang mendesah… Swarga kita di sana, pada kesesaatan yang merenda padahal rindu dan dendam tak kau eja-eja […]