Dalang (Majalah Tempo, 7-13 Mei 2018)

KITA mengenal dalang sebagai orang yang punya kemampuan retorika di atas rata-rata sekaligus piawai merangkai cerita. Masyarakat Jawa tradisional dengan enteng berujar “dhalang ora kurang lakon” (“dalang tidak kurang cerita”) bagi mereka yang pandai berkelit dari kegaduhan yang sebenarnya diciptakan “dalang” sendiri. Menariknya, selain mengartikan dalang sebagai orang yang mahir memainkan dan menceritakan wayang, kamus […]

Buka Lagi Akses ke Keraton

  KABAR miris santer terdengar dari Keraton Kasunanan Surakarta. Tidak hanya persoalan konflik internal yang tak kunjung usai, namun juga karena ditutupnya museum dan sejumlah sarana. Sudah setahun lebih terhitung sejak April 2017 keraton menutup sejumlah fasilitas, seperti museum dan perpustakaan, yang berimbas pula pada kunjungan wisata dan aktivitas kebudayaan, lebih-lebih para peneliti yang bakal […]

Mendamba Organisasi atau Kritik Sastra?

Oleh Dhoni Zustiyantoro JIKA diibaratkan, mencari kritik sastra kita hari ini sama halnya dengan mencari jarum dalam tumpukan jerami. Kritik sastra, baik secara kuantitas maupun kualitas, dipastikan menurun karena produktivitas para kritikus berkurang. Dalam sejarah sastra Indonesia, nyaris hanya HB Jassin yang tertabalkan sebagai penggawa kritik sastra. Kini, alih-alih mencari kritik sastra di media massa, […]

“Cina Tuwa” yang Tak Perlu dan Cerita yang Serba Dilalah

Oleh Dhoni Zustiyantoro KITA nampaknya masih akan menemukan rasisme, setidaknya pengotak-kotakan yang tak perlu terhadap kesukuan, dalam karya-karya sastra. Ketiadaan anasir kritis, termasuk tumpulnya cara bercerita, menjadi musabab kemunculan hal tak perlu itu. Mengemukanya rasisme yang tak perlu itu ada dalam crita cekak “Calon Wartawan” di majalah berbahasa Jawa Panjebar Semangat, Nomor 49 edisi 9 […]

Raffles, atau tentang Masa Itu….

KE sebuah pulau nun jauh, ia berlayar dari Inggris—sebuah negeri paling maju di belahan Eropa, yang kemudian kita tahu menjadi tempat lahirnya kapitalisme. Lelaki tegap itu lantas menemukan surga berpenghuni “orang-orang ramah bermoral tinggi” yang dalam aktivitasnya sehari-hari diselimuti alam nan indah. Bersama 60 kapal dan balatentara yang diperintah Lord Minto, lelaki yang mangkat pada […]

Membaca Arah Bahasa Daerah

KONFERENSI Internasional Ikatan Dosen Budaya Daerah Indonesia (Ikadbudi) VII di Makassar, 17-19 September 2017 kembali membaca arah pembelajaran bahasa daerah. Forum ilmiah bertema “Penguatan Budaya Lokal sebagai Peneguh Multikulturalisme melalui Toleransi Budaya” itu melihat ada kecenderungan pemerintah belum sepenuhnya berpihak terhadap upaya pelestarian sekaligus pengembangan produk kultural bangsa ini. Di sisi lain, forum bahasa daerah […]

Rusak

Uripe sepisan rusak/ nora mulur nalare pating saluwir/ kadi ta guwa kang sirung/ sinerang ing maruta/ gumrenggeng anggereng anggung gumrunggung/ pindha padhane si mudha/ prandene paksa kumaki. (Pangkur Wedhatama, Mangkunegara IV) Bagaimana Jawa mengisahkan kehidupan yang rusak? Setidaknya Pangkur dalam Wedhatama menautkan antara urip dan nalar itu: dua hal yang mungkin teramat penting dan mendasar, […]