“Cina Tuwa” yang Tak Perlu dan Cerita yang Serba Dilalah

Oleh Dhoni Zustiyantoro KITA nampaknya masih akan menemukan rasisme, setidaknya pengotak-kotakan yang tak perlu terhadap kesukuan, dalam karya-karya sastra. Ketiadaan anasir kritis, termasuk tumpulnya cara bercerita, menjadi musabab kemunculan hal tak perlu itu. Mengemukanya rasisme yang tak perlu itu ada dalam crita cekak “Calon Wartawan” di majalah berbahasa Jawa Panjebar Semangat, Nomor 49 edisi 9 […]

Raffles, atau tentang Masa Itu….

KE sebuah pulau nun jauh, ia berlayar dari Inggris—sebuah negeri paling maju di belahan Eropa, yang kemudian kita tahu menjadi tempat lahirnya kapitalisme. Lelaki tegap itu lantas menemukan surga berpenghuni “orang-orang ramah bermoral tinggi” yang dalam aktivitasnya sehari-hari diselimuti alam nan indah. Bersama 60 kapal dan balatentara yang diperintah Lord Minto, lelaki yang mangkat pada […]

Membaca Arah Bahasa Daerah

KONFERENSI Internasional Ikatan Dosen Budaya Daerah Indonesia (Ikadbudi) VII di Makassar, 17-19 September 2017 kembali membaca arah pembelajaran bahasa daerah. Forum ilmiah bertema “Penguatan Budaya Lokal sebagai Peneguh Multikulturalisme melalui Toleransi Budaya” itu melihat ada kecenderungan pemerintah belum sepenuhnya berpihak terhadap upaya pelestarian sekaligus pengembangan produk kultural bangsa ini. Di sisi lain, forum bahasa daerah […]

Rusak

Uripe sepisan rusak/ nora mulur nalare pating saluwir/ kadi ta guwa kang sirung/ sinerang ing maruta/ gumrenggeng anggereng anggung gumrunggung/ pindha padhane si mudha/ prandene paksa kumaki. (Pangkur Wedhatama, Mangkunegara IV) Bagaimana Jawa mengisahkan kehidupan yang rusak? Setidaknya Pangkur dalam Wedhatama menautkan antara urip dan nalar itu: dua hal yang mungkin teramat penting dan mendasar, […]

Ala lan Becik Puniku….

Penggalan teks Pangkur dalam Wulangreh karya Mangkunegara IV (1811-1881) itu mengajak kita mengetahui “yang ala” dan “yang becik”. Teks yang terakhir termaktub dalam cetakan ketiga buku terbitan Tan Gun Swi di Kediri, 1931 itu, menarik untuk dihadirkan sekaligus dimaknai kembali. Kang sêkar pangkur winarna lêlabuhan kang kanggo wong ngaurip ala lan bêcik puniku prayoga kawruhana […]

Bahasa Jawa di Persimpangan Zaman

KEBIJAKAN Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang tidak mewajibkan pelajaran Bahasa Jawa masuk dalam ujian sekolah kelas XII, praktis mengancam kelangsungan bahasa ini. Lantas, masihkah kita berharap bahasa Jawa menjadi salah satu pilar internalisasi karakter dan nilai moral generasi penerus, seperti yang selama ini diharapkan? Masihkah berguna dan diperlukan peringatan Hari Bahasa Ibu setiap 21 Februari? […]

Dua Kongres dan Nasib Bahasa-Sastra Jawa

DUA agenda besar dalam wilayah kerja bahasa dan sastra Jawa telah terselenggara dalam dua minggu belakangan ini. Kongres Sastra Jawa (KSJ) IV diselenggarakan di Kampung Budaya Universitas Negeri Semarang (Unnes), 4-5 November, menyusul kemudian Kongres Bahasa Jawa (KBJ) VI di Hotel Inna Garuda, Yogyakarta, 8-12 November. Memang, dua agenda lima tahunan itu, sekalipun diadakan oleh […]