Puisi yang Berimaji dan Esai yang Menjelaskan

Kepadatan bahasa puisi mengajak pembaca masuk ke wilayah multitafsir. Kaidah licentia poetica menengahkan puisi bisa memiliki bahasa tak lazim, mengalihkan dari apa yang maksud pengarang, dengan gejala semiotis yang berserak dan ingin ditafsirkan pembaca. Bahasa dalam puisi merupakan bahasa yang menangguhkan. Bagi puisi, imaji adalah kunci atau justru pembebas. Jadi licentia poetica merupakan hak yang […]

Mendamba Organisasi atau Kritik Sastra?

Oleh Dhoni Zustiyantoro JIKA diibaratkan, mencari kritik sastra kita hari ini sama halnya dengan mencari jarum dalam tumpukan jerami. Kritik sastra, baik secara kuantitas maupun kualitas, dipastikan menurun karena produktivitas para kritikus berkurang. Dalam sejarah sastra Indonesia, nyaris hanya HB Jassin yang tertabalkan sebagai penggawa kritik sastra. Kini, alih-alih mencari kritik sastra di media massa, […]

September dan Film-Film Sang Presiden

Mengapa propaganda terbuka Soeharto dalam film baru muncul hampir 15 tahun setelah rezim Orde Baru berdiri? Jawabannya mungkin pada peluang dan kebutuhan yang dirasakan penting bagi rezim Soeharto (Krishna Sen, 2009: 177). SETIAP tahun, memasuki akhir September, isu mengenai kebangkitan komunisme, Partai Komunis Indonesia (PKI), atau ideologi Marxisme (di)muncul(kan) dan terus menjadi narasi yang diulang. […]

Lima Buku Prosa dan Kusala Sastra Khatulistiwa 2014

Saya masih ingat status Facebook prosais kenamaan Tanah Air, Linda Christanty, yang menyita perhatian banyak orang. Status tersebut diunggah sesaat setelah tim juri Khatulistiwa Literary Award (KLA) 2013, yang tahun ini berganti nama menjadi Kusala Sastra Khatulistiwa, mengumumkan pemenang dari ajang tahunan itu. Pada kategori puisi, Linda menjagokan buku puisi AS Laksana, yang kemudian pada […]

Menggagas Novel Pengganti Skripsi

UNIVERSITAS Gadjah Mada Yogyakarta memunculkan wacana bahwa novel dapat menggantikan skripsi. Gagasan tersebut dinilai dapat menjadi sarana mendorong kemunculan banyak sastrawan muda berkelas. Hal itu sekaligus menjawab kegelisahan akan minimnya sastrawan sekelas Rendra, Umar Kayam, atau Sapardi Djoko Damono (Koran Tempo, 8 Agustus 2014). Gagasan itu menarik untuk diperbincangkan dan sudah sepatutnya disambut baik oleh […]

Jangan Lagi Percaya

jangan lagi percaya kepada para wakil yang dengan manis tutur mengumbar janji dan angan kemakmuran jangan lagi percaya kepada pemimpin yang kepadamu berteriak “alam adalah kekayaan” lihatlah ia sedang menghitung uang di bawah bantal dan di dalam rekening dari cukong dan sekumpulan makhluk asing jangan lagi percaya kepada yang berkata “tuanku ya rakyat” karena acara-acara […]

Lusa Lebaran

Beranda yang dingin. Kunanti malam hingga menggigil yang mengampuniku hanya sekawanan nyamuk yang tak mau lagi menghisap darah dari kurus tubuh ini. Jangan kau cari ke mana kebahagiaan kalau kita tak mampu lagi duduk bersama jika kau telah lupa ke mana nikmatnya kehangatan pagi sambil mencecap kopi. Tawa-tawa sirna dengan mudahnya karena kita pula yang […]