Jalan Kebenaran Kaum Muda

SEJARAH tercipta oleh kaum muda. Kaum muda terpelajar dari waktu ke waktu selalu ambil bagian dalam proses pembentukan bangsa. Sejak masih di bawah kekuasaan kolonial, mereka terjun ke arena politik dengan kesadaran berpolitik adalah memperjuangkan cita-cita, menebar benih kebangsaan, dan menegakkan kemerdekaan, meski berisiko 3B: bui, buang, bunuh. Kini, setelah puluhan tahun negeri ini merdeka, […]

Menggagas Novel Pengganti Skripsi

UNIVERSITAS Gadjah Mada Yogyakarta memunculkan wacana bahwa novel dapat menggantikan skripsi. Gagasan tersebut dinilai dapat menjadi sarana mendorong kemunculan banyak sastrawan muda berkelas. Hal itu sekaligus menjawab kegelisahan akan minimnya sastrawan sekelas Rendra, Umar Kayam, atau Sapardi Djoko Damono (Koran Tempo, 8 Agustus 2014). Gagasan itu menarik untuk diperbincangkan dan sudah sepatutnya disambut baik oleh […]

Unnes dan Akibat Pengabaian Kebebasan Akademik

KONON, perguruan tinggi adalah laboratorium keilmuan. Di sanalah kebebasan akademik itu diharapkan mewujud dalam dialog keilmuan dan pemikiran senantiasa dibiakkan. Tanpa upaya pencarian terus-menerus akan kebenaran ilmu, mustahil perguruan tinggi menjadi “rumah ideal”. Polemik pemilihan Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) yang terjadi saat ini bukan hanya membuat prihatin, namun telah mengabaikan prinsip utama perguruan tinggi […]

Tentang Kuasa Materi dan Moralitas Akademik Itu…

Surahmat, yang juga kawanku. Kita berdua mungkin ditakdirkan untuk selalu gelisah. Dari niatan untuk bertemu dan ngobrol santai saja, ujung-ujungnya ke sana juga. Pada obrolan yang selalu mengerucut pada hal-hal yang sebenarnya tak melulu telah, sedang, atau bakal kita alami, tapi selalu kita anggap sebagai hal penting. Tentang materi, kau kemarin malam juga bilang belum bisa lepas […]

Mahasiswa dan Nasionalisme

Kaum terpelajar, intelektual, dan aktivis mahasiswa selalu ambil bagian dalam proses pembentukan bangsa ini. Sejak masih berada di bawah kekuasaan kolonialis, mereka terjun ke arena politik dengan kesadaran bahwa berpolitik pada zaman itu adalah memperjuangkan cita-cita, menebar benih kebangsaan, dan menegakkan kemerdekaan walau dengan risiko 3 B: bui, buang, bunuh. Dimulai tahun 1908, Boedi Oetomo […]

Ospek Menyenangkan, Why Not?

Menanggapi tulisan di Suara Merdeka, Sabtu, 21 Februari 2009, yang menyatakan bahwa ospek tidak lagi diperlukan. Ospek atau seringkali disebut masa orientasi kehidupan kampus, merupakan salah satu cara mengenalkan pada mahasiswa baru tentang lingkungan kampus dan hal-hal apa saja yang nantinya akan dihadapi dalam dunia perkuliahan. Kebiasaan masa SMA diharapkan tidak dibawa oleh calon pemimpin […]