“Cina Tuwa” yang Tak Perlu dan Cerita yang Serba Dilalah

Oleh Dhoni Zustiyantoro KITA nampaknya masih akan menemukan rasisme, setidaknya pengotak-kotakan yang tak perlu terhadap kesukuan, dalam karya-karya sastra. Ketiadaan anasir kritis, termasuk tumpulnya cara bercerita, menjadi musabab kemunculan hal tak perlu itu. Mengemukanya rasisme yang tak perlu itu ada dalam crita cekak “Calon Wartawan” di majalah berbahasa Jawa Panjebar Semangat, Nomor 49 edisi 9 […]

“Janganlah Kaya Sebelum Waktunya”, Pandangan Konservatisme Kaum Borjuasi, dan Pentingnya Logika Postmodernisme

DI sela waktu bekerja, tiga orang pemuda pada suatu siang mendapat nasihat dalam sebuah pertemuan yang dihadiri orang-orang “berpengaruh pada zamannya”. Setiap hari, ketiga pemuda berumur 30-an tahun itu bekerja selama minimal delapan jam—sebagaimana diatur dalam UU Nomor 13/2003 Pasal 77 tentang Ketenagakerjaan. Apa yang dimaksud sebagai orang-orang yang berpengaruh pada zamannya adalah mereka yang, […]

Novanto dan Keangkuhan yang Lain

ADAKAH yang lebih angkuh dari politisi mutakhir negeri ini kecuali Setya Novanto—anggota DPR yang ditetapkan sebagai salahsatu tersangka megakorupsi KTP elektronik oleh Komisi Pemberantasan Korupsi itu? Berkali ulang ia berkelit, menghindar, tak mau memenuhi panggilan komisi antirasuah itu untuk dimintai keterangan. Ia tak cuma memakai jurus langkah kaki seribu, namun ia berupaya memperkarakan balik pimpinan […]

Secuil Cerita Bersama Ki Sayuti

PAGI sudah beranjak ketika saya dan sejumlah kawan menyuguhkan gending-gending untuk menyambut peserta seminar bertema “Kearifan Jawa” di Dekanat Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang, Kamis, 2 November 2017. Baru saja selesai memainkan Ladrang Wilujeng Slendro Manyura, lelaki sepuh namun energik yang selalu mengenakan blangkon gaya Solo ketika datang ke berbagai acara itu datang […]

Raffles, atau tentang Masa Itu….

KE sebuah pulau nun jauh, ia berlayar dari Inggris—sebuah negeri paling maju di belahan Eropa, yang kemudian kita tahu menjadi tempat lahirnya kapitalisme. Lelaki tegap itu lantas menemukan surga berpenghuni “orang-orang ramah bermoral tinggi” yang dalam aktivitasnya sehari-hari diselimuti alam nan indah. Bersama 60 kapal dan balatentara yang diperintah Lord Minto, lelaki yang mangkat pada […]

Upaya Mengangkat Harkat Bahasa Jawa

UPAYA mengangkat harkat bahasa Jawa dilakukan secara kreatif oleh para pemuda di sejumlah daerah di Jawa Tengah. Karya kreatif mereka, yang tertuang antara lain melalui film Turah (berdialek Tegal), Babaran, Nyatil, dan Lintah (berdialek Banyumas), masuk dalam nominasi sejumlah penghargaan film bergengsi (SM, 16/10). Pembuatan film itu seakan menjadi oase di tengah kekacauan identitas kultural […]

September dan Film-Film Sang Presiden

Mengapa propaganda terbuka Soeharto dalam film baru muncul hampir 15 tahun setelah rezim Orde Baru berdiri? Jawabannya mungkin pada peluang dan kebutuhan yang dirasakan penting bagi rezim Soeharto (Krishna Sen, 2009: 177). SETIAP tahun, memasuki akhir September, isu mengenai kebangkitan komunisme, Partai Komunis Indonesia (PKI), atau ideologi Marxisme (di)muncul(kan) dan terus menjadi narasi yang diulang. […]