“Cina Tuwa” yang Tak Perlu dan Cerita yang Serba Dilalah

Oleh Dhoni Zustiyantoro KITA nampaknya masih akan menemukan rasisme, setidaknya pengotak-kotakan yang tak perlu terhadap kesukuan, dalam karya-karya sastra. Ketiadaan anasir kritis, termasuk tumpulnya cara bercerita, menjadi musabab kemunculan hal tak perlu itu. Mengemukanya rasisme yang tak perlu itu ada dalam crita cekak “Calon Wartawan” di majalah berbahasa Jawa Panjebar Semangat, Nomor 49 edisi 9 […]

“Janganlah Kaya Sebelum Waktunya”, Pandangan Konservatisme Kaum Borjuasi, dan Pentingnya Logika Postmodernisme

DI sela waktu bekerja, tiga orang pemuda pada suatu siang mendapat nasihat dalam sebuah pertemuan yang dihadiri orang-orang “berpengaruh pada zamannya”. Setiap hari, ketiga pemuda berumur 30-an tahun itu bekerja selama minimal delapan jam—sebagaimana diatur dalam UU Nomor 13/2003 Pasal 77 tentang Ketenagakerjaan. Apa yang dimaksud sebagai orang-orang yang berpengaruh pada zamannya adalah mereka yang, […]