Pada Malam

hujan belum ingin berhenti, di sepanjang perjalanan
yang memintaku tuk selalu berlari. memastikan diri
tuk selalu mengikuti deras―sungai-sungai yang mencari laut
padahal belum jua pagi.
padahal belum ada kopi pahit di samping ambin ini.

mengapa pula tadi kutangisi tawa yang terlanjur abadi
hingga pekat malam kekal merengkuh,
mengisi nestapa dengan bulir padi yang tak kunjung menguning.

mengapa pula selalu ada ketakutan
dan ketidakpastian
pada malam.

2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s