Sastra Jawa Modern Pascakemerdekaan[*]

Oleh Dhoni Zustiyantoro Kemerdekaan Indonesia menjadi penanda penting dalam sejarah kesusastraan Jawa. Pada masa penjajahan, pemerintahan kolonial telah mengontrol segala hal terkait bahan bacaan, termasuk sastra, yang juga digunakan sebagai bahan ajar di sekolah formal kolonial. Ras (1985) menyebut, keinginan untuk “memerdekakan” karya sastra muncul setelah Indonesia menyatakan diri sebagai negara merdeka. Telah lama sastra […]

Tentang Kuasa Materi dan Moralitas Akademik Itu…

Surahmat, yang juga kawanku. Kita berdua mungkin ditakdirkan untuk selalu gelisah. Dari niatan untuk bertemu dan ngobrol santai saja, ujung-ujungnya ke sana juga. Pada obrolan yang selalu mengerucut pada hal-hal yang sebenarnya tak melulu telah, sedang, atau bakal kita alami, tapi selalu kita anggap sebagai hal penting. Tentang materi, kau kemarin malam juga bilang belum bisa lepas […]

Sastra Jawa, pada Suatu Masa, di Suatu Tempat

Sungguh tersanjung tulisan saya yang berjudul “Masa Depan Sastra Jawa” di harian ini pada Minggu (16/2), ditanggapi oleh orang yang saya anggap penggawa sastra Jawa, Daniel Tito. Saya, tentu saja, banyak belajar dari beliau yang telah puluhan tahun konsisten dalam jagat itu. Akan tetapi, saya tak pernah memperlakukan atau men-setting setiap tulisan supaya ketika dibaca […]

Masa Depan Sastra Jawa

Hingga kini, sastra Jawa masih berada dalam konstruksi sastra nasihat. Ia dicipta sebagai sarana transfer nilai dan tuturan luhur yang dipercaya bakal membawa manusia, masyarakatnya pembacanya, untuk melakukan hal-hal baik. Sastra piwulang ini mengajak manusia kembali kepada hakikat. Kedalaman makna hidup menjadi inti dari setiap penciptaan. Sastra Jawa klasik yang tercipta dalam medium tembang macapat […]