Hampir Desember

Terlihat mega tak beraturan berarak tanpa warna
Pada ingatan yang masih jua ingin dituju,
pada nestapa,
Ia ingin dilupakan
atau sekadar hinggap dan menyisipkan rindu-rindu
pada kemuning senja,
di belantara yang sungainya tak lagi mengalir

Malam masih selalu berbisik,
“Hendak ke mana, kalau kau tak lagi berharap,
pada Pagi yang selalu menggoncang?”
“Apa ada yang indah, selain Ia?”

Sepasang bidadari ingin bermain air,
di dasar sungai yang tak lagi mengalir.
Pengujung November 2013

Dhoni Zustiyantoro

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s