Yang Tak Berhak Ditolak

adalah segumpal kecewa
yang dikehendaki Tuhan
untuk ada pada diri kita
untuk mengingatkan betapa nistanya
asmara dan cinta

Dhoni Zustiyantoro

Advertisements

Sepasang Mata

Yang menatap adalah ia,
hati yang senantiasa menerka
―bahagia

Sedangkan yang ia tatap nanar
tak selalu tenang menangkap binar

Mungkin ia tahu kehendak Tuhan
bahwa hujan mampu ditaklukkan
padahal malam masih panjang.
2013

Dhoni Zustiyantoro

Udan Sore

“Sesawangan iki katon ora endah,” ujarmu, nailka aku lagi teka kono

Pancen, nanging apa banjur aku kudu mlaku mangulon
madhep marang sesembahan kang murba
nyatane kwasa ora maneh katon endah,
malah njrebabah―pongah

Kwasa-kwasa mung kandheg ing pepingin pribadi
pribadi lan hakiki ora ngerti ana ngendi
ngendi-ngendi mung isi swara lan janji
janji lali dadi pati kang milang-miling
jroning peti kang tinabur melathi

Kamardikan ilang
janji ilang diuntal Banaspati
2013

Dhoni Zustiyantoro

Hampir Desember

Terlihat mega tak beraturan berarak tanpa warna
Pada ingatan yang masih jua ingin dituju,
pada nestapa,
Ia ingin dilupakan
atau sekadar hinggap dan menyisipkan rindu-rindu
pada kemuning senja,
di belantara yang sungainya tak lagi mengalir

Malam masih selalu berbisik,
“Hendak ke mana, kalau kau tak lagi berharap,
pada Pagi yang selalu menggoncang?”
“Apa ada yang indah, selain Ia?”

Sepasang bidadari ingin bermain air,
di dasar sungai yang tak lagi mengalir.
Pengujung November 2013

Dhoni Zustiyantoro