Malam yang Ingin Dipungut

kubiarkan sehembus Anggur terteguk
di gelepar malam,
berjarak selemparan Angin
dari sejengkal Ingatan

sepasang mata memasang Intai
pada apa yang ia sebut Takdir,
ia sering berujar, aku harus melakoni
“Karena ini kehendak-Nya.”
yang terkadang pula ia sangsikan

tak bisakah kau memeluk malam dengan secara Mesra?
lihatlah, ia begitu ingin dilumat-hebat
ia sungguhlah bersahabat, janganlah tak Mendekat
lekat, lekat, dan teruslah lekat, hingga hangat Menyergap

Tuhan tak tahu, kau lebih mesra dari yang biasanya
2013

Dhoni Zustiyantoro

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s