di siang yang sungguh dingin

I
gadis kecil berlari berjingkat
sehunus Pisau tak jua bisa ia lepas,
dari lengannya.
seorang teman menghampiri,
“jangan lagi kau bicara filsafat!”

II
tentang sehunus Pisau,
yang masih menancap di lengan sang gadis
di teras, ia berpagut dengan waktu.
dan darah tak keluar lagi

ia ingin selalu diintip dan dikuntit
: biar merasa selalu terlihat sepenuh-penuh gadis.
meski perasaannya berkata tak lagi

Dhoni Zustiyantoro

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s