engkau yang melenggang

Melambai, engkau meniru semilir udara yang tak begitu terang langkahmu jua mengingatkan pada senang : yang telah melenggang Engkau mungkin telah jua melihatnya, Sehingga dapat meniru, dengan kejam semerbakmu mampu menghela napas ini menjadikannya terkagum dan mengulum-ngulum : Romansa yang tak jua melenggang tapi, kuyakin kau tak peduli kau cuma melenggang, dan membuat tegang-kejang pada […]

dialah Wanita

dalam gelap mengayun Rimba tak kuasa ia menafsir awan yang serimbun Cinta di hadapan terkasih, pun menepis Haru : ia bertanya, mampukah aku? berlari menapak menghindar Kelana serimbun Cinta tak beri pesona Haru dan parau hampir satu tak ingatkah ia, aku pernah mencari dengan sepenuh-khidmat dan sepeluh nikmat, Kita dan di antara kelenjar yang Menegang […]

Teks, Erotisme, Kenyataan

Perkembangan kesusasteraan tidak dapat dipisahkan dari dinamika masyarakat tempat karya sastra itu lahir. Hal itu terjadi karena sastra dihasilkan oleh pengarang yang juga hidup dan berinteraksi dengan masyarakat. Dapat disimpulkan, teks dalam karya sastra merupakan hasil dari pengaruh timbal balik dari berbagai faktor sosial. Ia dapat dianggap sebagai realitas suatu masyarakat di “tanah kelahiran”-nya. Permasalahan […]

Hegemoni Budaya, di Suatu Masa

Semangat untuk menumbuhkembangkan hal yang kita sebut sebagai kebudayaan lokal dirasa makin penting. Kebudayaan adiluhung dan matang, yang senantiasa diharapkan untuk selalu ada, menjadi hal yang senantiasa dihadirkan, atau diingat-ingat. Akan tetapi di luar itu, globalisasi telah mampu mengkondisikan kita mengkategorikan kebudayaan sebagai hal yang terlalu sempit. Televisi, misalnya, cuma “bicara” budaya sebatas pada batik, […]