Menakar Objektivitas Jurnalisme Sastrawi

Karya jurnalistik berbasis narasi, kemudian sering disebut jurnalisme sastrawi, semakin menjadi kiblat banyak media massa. Hal itu karena genre ini acap disebut sebagai pembaruan besar untuk ranah jurnalistik supaya tidak terkesan kaku dalam pelaporannya. Tulisan panjang yang dikemas dengan jurnalisme sastrawi mempunyai kekuatan untuk mengupas sebuah berita secara komprehensif. Selain deskripsi dan unsur-unsur pendukung sastra […]

Ngesti Pandhawa, Setelah 76 Tahun

Tanggal 1 Juli 2013, wayang orang Ngesti Pandhawa genap berumur 76 tahun. Apa saja yang telah dilakukan selama ini? Sejauh mana regenerasi pelaku seni di dalamnya? Sabtu (29/6/13) selepas Isya, alun tetabuhan gamelan Jawa mulai mengumandang untuk mengawali pementasan wayang orang di gedung yang terletak di kompleks Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Jalan Sriwijaya Semarang […]

Sastra Tak Cukup di Sekolah

Sastra hampir-hampir tidak pernah mendapat porsi sesuai dalam mata pelajaran bahasa. Kehadiran sastra di sekolah selama ini sebatas pada pemenuhan pembelajaran, tanpa adanya upaya oleh guru terkait pemaksimalan potensi sastra pada siswa oleh guru bersangkutan. Oktaratri, siswi kelas XII pada sebuah SMA negeri di Semarang, begitu takut ketika harus berhadapan dengan pelajaran bahasa Jawa. Maklumlah, […]

Tumuruning Wahyu Ramadan

Kanthi itungan dina, awit saka kersane Gusti Kang Mahakawasa, kita bakal lumebu maneh ana wulan ramadan. Sawise nglakoni pirang-pirang kwajiban lan larangan ana wulan iku, umat Islam bakal pikantuk nugraha; suci saka sakehing dosa sing wis tau dilakoni. Telung puluh dina suwene umat Islam sadonya bakal nglakoni pasa. Ora mung cegah dhahar lan ngunjuk, kabeh […]