Pemain Ketoprak Terbaik Itu Telah Tiada

ranu--2

Sosoknya mudah diingat. Berperawakan gemuk dan murah tegur sapa, ia gampang ditemui di kampus. Dikenal sebagai aktivis ketoprak, banyak prestasi yang ia persembahkan untuk kampus ini. Minggu, 24 Februari 2013 pukul 8 pagi, ia telah pergi untuk selamanya.

Dialah Sidiq Ranu Widjaya. Semasa menjadi mahasiswa, ia mengabdikan diri untuk kampus tercinta, Universitas Negeri Semarang. Setelah terdaftar sebagai mahasiswa di Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa FBS Unnes tahun 2006, keaktivisannya dimulai menjadi pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Ketoprak. Menjadi pemeran utama dalam lakon “Sang Gajah Mada”, ia terpilih sebagai aktor pria terbaik pada Festival Ketoprak Se-Kota Semarang Tahun 2010. Unnes kemudian menjadi salah satu peserta yang selalu diperhitungkan dalam acara yang rutin digelar oleh Dewan Kesenian Semarang ini.

Tidak hanya itu, berbagai organisasi kampus juga ia ikuti. Semasa menjadi mahasiswa, selain menjadi pengurus Himpunan Mahasiswa (Hima) Bahasa dan Sastra Jawa FBS Unnes, ia yang akrab disapa Ranu, juga menjadi salah satu penggagas berdirinya Badan Semi Otonom Kridhamadu. Sebuah organisasi yang memfasilitasi mahasiswa Unnes untuk belajar kepewaraan bahasa Jawa.

Berbagai kegiatan terutama yang berhubungan dengan kesenian Jawa hampir selalu melibatkannya. Pada Paguyuban Seni Karawitan Dosen dan Mahasiswa (Sekar Domas) Unnes, ia acap dipercaya ngegong.

Tahun lalu, ketika Unnes dipercaya melakukan lawatan kesenian ke Prancis, ia juga dipercaya untuk membantu, sebelum akhirnya Tuhan punya rencana lain. Ia terjatuh saat mengendarai sepeda motor, sebulan sebelum tim berangkat ke negara di benua Eropa itu. Ketika itu, ia telah tercatat sebagai dosen kontrak di jurusan yang sama dan menjadi mahasiswa di Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Program Pascasarjana Unnes.

Tim kesenian berangkat tanpanya. Semenjak itu, hampir setahun belakangan ini, ia keluar-masuk rumah sakit atas sakit yang diderita. Ternyata tak hanya cidera pada kaki kanan. Perkembangan medis berikutnya, Ranu juga menderita beberapa penyakit lain. Mungkin juga karena kondisi psikis yang kian menurun. “Mas Ranu down dan tidak segemuk dulu,” kata Heri Purnomo, mahasiswa Jurusan Bahasa Jawa FBS Unnes yang menggantikan posisinya pada lawatan itu.

Pantang Menyerah

Setelah beberapa saat dirawat, ia masih saja beraktivitas dan berkesenian di kampus. Berjalan menggunakan penyangga di kedua tangan, Ranu tetap penuh semangat menjalankan kewajiban. Sebelum akhirnya ia menyerah pada keadaan.

“Ia pekerja keras dan pantang menyerah. Apa yang sudah dilakoni semasa hidupnya patut menjadi teladan bagi mahasiswa lain,” ujar Widodo Brotosejati, Pimpinan Paguyuban Sekar Domas, yang juga dosen di Jurusan Seni Drama Tari dan Musik (Sendratasik) FBS Unnes. Para dosen dan aktivis yang mengenalnya melakukan selamatan memperingati 3 hari kepergiannya, sesaat sebelum Sarasehan Selasa Legen, Senin (25/2) di serambi auditorium kampus Sekaran.

Selain pada bidang seni dan keaktivisan, di bidang akademik, Ranu juga rajin menorehkan prestasi. Pada wisuda periode I tahun 2010, ia tercatat sebagai wisudawan terbaik dari jurusannya. Tak hanya itu, bersama teman-teman aktivis, ia rutin menggelar kegiatan serupa seminar maupun sarasehan yang bertujuan meningkatkan kemampuan akademik mahasiswa.

“Ranu telah banyak berbuat hal baik di kampus ini. Namanya patut dikenang sebagai lambang kegigihan seorang aktivis kampus,” kata Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa FBS Unnes Yusro Edy Nugroho MHum, seraya memintakan maaf kepada siapa pun, jika semasa hidup almarhum pernah berbuat hal yang kurang berkenan.

Selamat jalan, sahabat.

One thought on “Pemain Ketoprak Terbaik Itu Telah Tiada

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s