(Nge)Blog (Itu) Gratis

Suatu malam, di akhir tahun 2012, saya tersentak. Namun sebenarnya tidak penting. Blog pribadi saya, pijar.web.id telah suspended, dan untuk mengaktifkannya kembali, saya harus mentransfer sejumlah uang.

Malas pun menerjang. Karena tak suka hal ribet, saya berpikir ulang membuat blog lagi–secara gratisan. “Biar awet,” gumamku. Toh, banyak pula blog kawan-kawanku–yang jauh lebih aktif nulis itu malah dari domain gratisan. Walhasil, buat akun baru di domain ini.

Ternyata masalah lagi-lagi tak ingin berhenti. Aku hampir lupa kalau menata ulang laman itu tak sesmudah dan sesimpel menggunakan yang sudah ada. “Apa mending aku bayar aja ya?” Tapi apa mau dikata, akun telah terbuat. Dan aku harus menata ulang “rumah baru” ini.

Lantas, isinya?

Pertanyaan lucu itu menyergap. Mosok isinya akan dipenuhi tulisan-tulisan lawas yang dulu juga di blog yang suspen itu? Nampaknya memang begitu. Dan itu masalah–dan tantangan–kedua. Aku harus lebih aktif lagi menulis.

Karena, seperti kebanyakan penulis pemula (?) berkata, aku ada karena menulis. Maka?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s